Konsep Dasar Bilangan Real

 

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmannirrahim

ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.

Alhamdulillahirobbil Alamiin, Segala puji syukur kita panjatkan kehadirat Ilaahirobbi (Allah SWT) yang telah melimpahkan nikmat karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dalam keadaan sehat wal afiat.

Dan tak lupa pula kita sampaikan Shalawat beserta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, nabi Muhammad saw.

Penyusun sadar bahwa di dalam pembuatan dan penyusunan CJR ini tentunya tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan maupun kesalahan.  Penyusun sangat mengharapkan berupa kritik dan saran yang bersifat  konstruktif dan kreatif, terutama dari Ibu dosen yang selaku pembimbing dan Pembina kami khususnya dalam mata kuliah Pembelajaran MTK di MI/SD, agar penyusunan CJR kedepannya bisa menjadi lebih baik sesuai harapan.

Akhirnya penyusun berharap semoga dengan penulisan CJR ini dapat mendatangkan manfaat yang berarti bagi kita semua. Aamiin allahumma aamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Medan,20 September 2022

 

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.. i

DAFTAR ISI. ii

BAB I PENDAHULUAN.. 1

1.1 Latar Belakang. 1

1.2 Tujuan Penulisan Critical Journal Review (CJR) 1

1.3 Manfaat Penulisan Critical Journal Review (CBR) 1

BAB II PEMBAHASAN.. 1

2.1        Identitas Jurnal 1

2.2        Pendahuluan. 2

2.3        Pembahasan. 2

A.         Pandangan Terhadap Matematika dan Pembelajaran Matematika. 2

B.          Permainan dalam Pembelajaran. 3

C.          Permainan Ular Tangga dan Kartu Kemudi Pintar 4

D.         Materi Ajar 4

E.     Aturan Bermain. 5

2.4        Penutup. 5

2.5        Kekurangan Jurnal 5

2.6        Kelebihan Jurnal 5

BAB III PENUTUP. 6

3.1        Kesimpulan. 6

3.2        Saran. 6

DAFTAR PUSTAKA.. 7


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan tidak seimbang dengan minat baca masyarakat. Akan tetapi, itu bisa diseimbangkan dengan mengkritik jurnal karena dapat menaikkan minat baca seseorang disebabkan oleh rasa penasaran terhadap pokok bahasan. Mengkritik jurnal ini adalah suatu tulisan atau ulasan mengenai sebuah hasil karya atau jurnal, baik berupa jurnal umum maupun jurnal penelitian, juga dapat diartikan karya ilmiah yang melukiskan pemahaman terhadap isi sebuah jurnal.

 1.2 Tujuan Penulisan Critical Journal Review (CJR)

Kritik buku (Critical Journal Review) ini dibuat sebagai salah satu referensi ilmu yang bermanfaat untuk menambah wawasan penulis maupun pembaca dalam mengetahui kelebihan dan kekurangan suatu jurnal, menjadi bahan pertimbangan, dan juga menyelesaikan salah satu tugas individu mata kuliah Pembelajaran MTK di MI/SD pada jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

1.3 Manfaat Penulisan Critical Journal Review (CBR)

1.      Membantu pembaca mengetahui gambaran dan penilaian umum dari sebuah jurnal atau hasil karya lainnya secara ringkas.

2.      Mengetahui kelebihan dan kekurangan jurnal yang dikritik

3.      Mengetahui latar belakang dan alasan jurnal tersebut diterbitkan

4.      Menguji kualitas jurnal dengan membandingkan terhadap karya dari penulis yang sama atau penulis lainnya

5.      Memberi masukan kepada penulis berupa kritik dan saran terhadap cara penulisan, isi, dan substansi jurnal

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Identitas Jurnal

1.        Nama Jurnal                :Jurnal Ilmu Pendidikan dan Matematika

2.        Volume/Edisi/Tahun   :Vol. VIII/ No1/Juni 2019

3.        Judul Jurnal                 :Permainan Ular Tangga dan Kartu Pintar pada Materi Bangun Datar

4.        Nama Penulis              :Rora Rizky Wandini & Maya Rani Sinaga:

5.         Instansi/ PT                :Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

6.        Jumlah Halaman          :13 Halaman

7.        ISSN Online                :2580 – 0450

8.         ISSN Cetak                :2087 – 8249

 

2.2  Pendahuluan

Di sisi lain, banyak pula jenis media yang telah tersedia di lingkungan sekitar kita yang langsung dapat kita gunakan untuk keperluan pembelajaran, yang diperlukan adalah kemauan, kejelian dan kreatifitas kita dalam memilih dan mendayagunakan potensi berb agai sumber dan media belajar yang ada di sekeliling kita (Rahadi, 2003).

Dari hambatan - hambatan tersebut perlu dilakukan beberapa upaya agar siswa lebih ber minat untuk belajar matematika sehingga berdampak pada nilai yang baik , salah satunya dengan menerapkan metode pembelajaran yang menyenangkan yang disertai dengan media yang menarik sebagai pendukung kegiatan pembelajaran matematika (Andi Yudha, 2003).

Salah satunya dengan menerapkan media kartu kemudi pintar, sebab m edia k artu kemudi pintar merupakan media pembelajaran yang memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah praktis, mudah diaplikasikan, mudah di buat , dan lebih meningkatkan kepahaman peserta didik dalam materi yang diajarkan.

Pembelajaran yang menarik adalah pembelajaran yang berkesan dan bermakna untuk peserta didik, pada usia anak SD jika proses pembelajaran kurang berkesan, maka ini akan berpengaruh terhadap pemahaman dan pengetahuan siswa akan materi matematika di tingkat sekolah selanjutnya.

2.3  Pembahasan

A.    Pandangan Terhadap Matematika dan Pembelajaran Matematika

Seperti halnya ilmu yang lain, matematika memiliki aspek teori dan aspek terapan atau praktis dan penggolongannya atas matematika murni, matematika terapan dan matematika sekolah (Ali Hamzah dan Muhlisrarini, 2014).

Perkembangan kurikulum matematika sekolah, khususnya ditunjau dari implementasi dan aspek teori belajar yang melandasinya, merupakan faktor yang sangat menarik dalam pembicaraan tentang pendidikan matematika.

Hal ini dapat dipahami sebab perubahan-perubahan yang terjadi dalam proses pembelajaran matematika di sekolah tidak terlepas dari adanya perubahan pandangan tentang hakikat matematika dan belajar matematika.

Kualitas dan kuantitas belajar peserta didik di dalam kelas tergantung pada banyak faktor, antara lain guru itu sendiri, hubungan pribadi antar-peserta didik di dalam kelas, serta kondisi dan suasana umum di dalam kelas (Setiawan, 2018).

Untuk memenuhi tugas ini, pengajar atau guru bukan saja harus dapat menyediakan suasana pembelajaran yang menarik dan harmonis, tetapi mereka juga menciptakan pembelajaran yang berkesan.

Tidak terkecuali dengan pembelajaran matematika, sejatinya matematika dianggap pelajaran yang cukup berat dan sulit dalam perspektif peserta didik.

Untuk itu, seorang guru harus bisa mengolah pembelajaran matematika yang menarik, membantu pemahaman peserta didik dan dapat berkesan di hati peserta didik setelah mengalami pembelajaran tersebut.

Terdapat banyak metode dan pendekatan pembelajaran matematika yang dapat digunakan guru dalam mengajar salah satunya adalah Pendekatan Matematika Realistik (PMR) atau dikenal juga dengan Realistic Mathematic Education (RME).

RME dikembangkan oleh Freud di Belanda dengan pola guided reinvention dalam mengkonstruksi konsep aturan melalui process mathematization, yaitu matematika horizontal (tools, fakta, konsep, prinsip, algoritma, aturan untuk digunakan dalam menyelesaikan persoalan, proses dunia empirik) dan vertical (reorganisasi matematik melalui proses dalam dunia rasio, pengembangan matematika) (Suyatno, 2009).

B.     Permainan dalam Pembelajaran

Guru dalam menyampaikan pelajaran harus dipersiapkan dengan baik dikolaborasikan dengan model pembelajaran yang tepat agar hasil belajar siswa sesuai dengan yang diinginkan.. Pembelajaran yang menarik adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubugan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan 7 komponen utama pembelajaran efektif, yakni: kontruktivisme (contructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assesment).

Pembelajaran yang menarik merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut dalam konteks kehidupan mereka sehari-hari, sehingga siswa memiliki pengetahuan atau keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan dari satu permasalahan atau konteks ke permasalahan atau konteks lainnya (Uno dan Mohamad, 2015).

Metode pembelajaran yang cocok untuk anak usia SD adalah metode permainan (Game Method), karena permainan sangat dekat dengan dunia anakanak, oleh karena itu sangat penting dalam pembelajaran dimasukkan unsur bermain.

Bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan atau tanpa mempergunakan alat yang menghasilkan pengertian atau memberikan informasi, memberi kesenangan, atau mengembangkan imajinasi anak (Yasin dkk, 2011).

Secara bahasa, bermain diartikan sebagai suatu aktivitas yang langsung atau spontan sat ia berinteraksi dengan orang lain atau bertemu dengan pelbagai benda di sekitarnya secara senang hati (gembira) atas inisiatif sendiri dengan menggunakan daya khayal (imajinasi), menggunakan panca indera, serta seluruh anggota tubuhnya (Purnama, dkk, 2019).

C.    Permainan Ular Tangga dan Kartu Kemudi Pintar

Sehubungan dengan hal itu Putra (2009:54), mendefinisikan bahwa permainan ular tangga adalah permainan yang dimainkan oleh minimal dua orang siswa.

Papan permainan dibagi dalam kotak-kotak kecil dan di beberapa kotak digambar sejumlah “tangga” atau “ular” yang menghubungkannya dengan kotak lain (ferryka, 2017).

Setiap orang dapat menciptakan papan mereka sendiri dengan jumlah kotak, ular dan tangga yang berlainan.

Untuk itu, Kartu pintar ini merupakan suatu alat peraga yang berbentuk kertas yang berisi pertanyaan dan jawaban seputar materi ajar yang nantinya penggunaan media ini dikombinasikan dengan permainan ular tangga seperti yang sudah dijelaskan di atas.

D.    Materi Ajar

Selama ini guru mengajarkan bangun datar dengan menyebutkan ciri-ciri dan rumus-rumusnya saja, sehingga menyebabkan peserta didik kurang bereksplorasi untuk mengenal apa sebenarnya bangun datar, dan bagaimana bsia terbentuk rumus tersebut serta cara mudah untuk menghafal dan mengingat rumus-rumus bangun datar tersebut.

E.     Aturan Bermain

Sebelumnya penulis jelaskan bahwa jika permainan ular tangga selama ini adalah pemain baik jika ada gambar tangga dan turun jika ada gambar ekor ular, tetapi dalam operasi bilangan bulat kali ini akan sedikit berbeda, yaitu dengan memodifikasi gambar-gambar pada papan ular tangga menjadi gambar-gambar bangun datar, penambahan soal yang berkaitan dengan pertanyaan seputar bangun datar, seperti ciri-ciri, rumus luas dan kelilingnya.

2.4  Penutup

Usia anak SD yang masih dekat dengan bermain, menjadikan metode bermain menjadi solusi untuk memudahkan peserta didik menerima materi ajar dan menyenangkan proses pembelajaran.

2.5  Kekurangan Jurnal

1.      Ada beberapa kata yang penulisannya salah

2.      Kesimpulan yang dibuat tidak dibuat secara tersurat melainkan tersirat

2.6  Kelebihan Jurnal

1.      Perincian kasus yang dijelaskan sangat jelas

2.      Penjabaran masalah yang tengah dihadapi sangat sesuai dengan fakta lapangan

3.      Penggunaan narasi dan pemilihan instrumen yang menyenngkan dan simpel

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Guru dalam menyampaikan pelajaran harus dipersiapkan dengan baik dikolaborasikan dengan model pembelajaran yang tepat agar hasil belajar siswa sesuai dengan yang diinginkan.. Pembelajaran yang menarik adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubugan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari, dengan melibatkan 7 komponen utama pembelajaran efektif, yakni: kontruktivisme (contructivism), bertanya (questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modeling), dan penilaian sebenarnya (authentic assesment).

3.2  Saran 

Sebagai calon guru kita harus menemukan cara baru dalam pembelajaran terutama permbelejaran matematika. Karena seperti yang kita ketahui banyak orang yang beranggapan bahwa matematika adalah ilmu yang sulit dan sangat susah dipahami maka dari itu kita sebagai calon guru harus menemukan cara baru yang menyenangkan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Risky Wandini, Rora, Maya Rani Sinaga, Jurnal Pendidikan dan Matematika: PERMAINAN ULAR TANGGA DAN KARTU PINTAR PADA MATERI BANGUN DATAR, Vol  No. 1 Juni 2019. Diunduh di website Google Scholar pada tanggal 20 September 2022, Pukul 20.30 WIB







Nama                          :Nursaida Siagian

Nim                             :0306202055

Kelas/Semester          :PGMI 2/Semester V

Matakuliah                :Pembelajaran Matematika di MI/SD

Dosen Pengampu      :Rora Rizki Wandini, M.Pd.I

KONSEP DASAR BILANGAN REAL

A.    Bilangan Real

Bisa dikatakan sebagai angka desimal. Bilangan real merupakan himpunan dari bilangan asli, bilangan rasional yang positif, dikatakan sebagai angka desimal karena konsep dasarnya merupakan bilangan desimal mencakup seluruh bilangan. Bilangan real merupakan bilangan gabungan dari himpunan bilangan rasional dan himpunan irasional. Merupakan bilangan terluar dari seluruh himpunan bilangan.

Sifat-sifat bilangan Real:

1.      Sifat komutatif

Komutatif merupakan sifat menukar atau merubah posisi bilangan tanpa mengubah hasil bilangan tersebut

2.      Sifat asosiatif

Asosiatif merupakan perubahan tanda kurung dalam suatu bilangan yang dimana perubahan tersebut tidak mempengaruhi hasil operasi bilangan tersebut.

3.      Sifat distribusi

Distributive merupakan sifat kombinasi atau menggabungkan bilanagn yang dimana salah satu dari bilangan tersebut dijumlahkan sebanyak dua kali

B.     Bilangan Prima

Katakana sebagai bilangan ganji dulu lalu arahkan ke faktorisasi, dimana ada angka yang bisa difaktorkan dan tidak

C.     Bilangan Komposit

Dikatakan sebagai bilangan genap

D.    Bilangan imajiner

Dikatakan sebagai bilangan khayalan dan merupakan bilangan yang tidak dapat terdefinisi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sitem Koordinat dan Penerapannya

GEOMETRI: MEMAHAMI KONSEP TEOREMA PYTHAGORAS

Statistik: Konsep Pengolahan Data dan Penerapannya